Allahumma bi’ilmikal ghaibi waqudratika ‘alal khalqi ahyinii maa ‘alimtal hayaata khairallii watawaffanii idzaa ‘alimtal wafaata khairallii. Allahumma as-aluka khasyyataka fil ghaibi wasysyahaadati, wa-as-aluka kalimatal haqqi fil ghadhabi warridhaa, wa-as-alukal qasda fil faqri wal ghina, wa-as-aluka na’iiman laa yanfadu, wa-as-aluka qurrata ‘ainin laa tanqathi’u. Allahumma innii as-alukar ridhaa ba’dal qadhaa-i, wa-as-aluka baradal ‘aisyi ba’dal mauti, wa-as-aluka ladzdzatan nazhari ila wajhika, wa-as-alukasy syawqa ila liqaa-ika, min ghairi dharraa-a mudhirratin walaa fitnatin mudhillatin, Allahumma zayyinnaa biziinatil iimaani waj’alna hudaatan muhtadiina.
Artinya:
Ya Allah, dengan ilmu ghaib-Mu & kekuasaan-Mu atas makhluk, hidupkan aku selama menurut-Mu hidup lebih baik bagiku. Tetapi, cabutlah nyawaku, jika menurut-Mu mati lebih baik untukku. Ya Allah, aku memohon rasa takut kepada-Mu dalam keadaan sembunyi & terang-terangan. Aku memohon kepada-Mu perkataan yang benar dalam keadaan senang & marah. Aku memohon kepada-Mu ksederhanaan saat miskin atau kaya. Aku memohon kepada-Mu nikmat yang tak pernah habis. Aku memohon kepada-Mu penyejuk hati yang tak pernah terputus. Aku memohon kepada-Mu rasa rela terhadap takdir. Aku memohon kepada-Mu ketentraman hidup setelah mati. Aku memohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu bukan dalam kesusahan yang membinasakan & cobaan yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan hiasan iman, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang diberi & memberi petunjuk.
HR. Ahmad dalam Musnad-nya, bab Hadits ‘Ammar. Juga diriwayatkan oleh An-Nasa’i dalam As-Sahw, bab Naw’ Akhar min Ad-Du’a.
Kutipan dari buku: Jangan Biarkan Penyakit Hati Bersemi. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah.