Arsip

All posts for the day Juli 7th, 2010

Jatuh Cinta

Published 7 Juli 2010 by kannaz

“Jatuh cinta” Sebuah kalimat yang perlu dikaji kembali maknanya. Kenapa bukan “terangkat (oleh) cinta” ?
Seharusnya cinta tidak membuat manusia menjadi jatuh harkat&kehormatannya, pribadinya, pikirannya, fisiknya, ekonominya, kehidupannya.
Dengan cinta semua mestinya terangkat dari kondisi dibawah menuju kondisi yg tinggi.
Bila kondisi manusia semakin kebawah maka ia dijatuhkan oleh cintanya, tapi bila kondisinya semakin keatas (baik) maka ia terangkat oleh cintanya.

Sembuhkan Penyakit dengan Iman

Published 7 Juli 2010 by kannaz

KESEHATAN tubuh hanya bisa dipelihara dengan pola hidup sehat. Sedangkan penyakit hanya bisa dihilangkan dengan mengembalikan kesehatan tubuh. Sebagaimana tubuh, kesehatan iman dalam hati hanya bisa dipelihara dengan kesehatan serupa, yaitu hal-hal yang mewariskan keimanan bagi hati, seperti: ilmu yang bermanfaat dan amal saleh. Itulah makanan hati. Dalam hadis marfu’ & mauquf dari ibnu Mas’ud disebutkan,”Sesungguhnya setiap orang yang menyuguhkan hidangan menghendaki hidangannya disantap orang. Dan hidangan Allah adalah AlQuran.”

Orang yang menyiapkan hidangan adalah penjamu. Maka, AlQuran adalah jamuan Allah bagi hamba-Nya.

Untuk bisa menyantap jamuan Allah, perbanyaklah beristighfar. Barang siapa beristigifar kepada Allah, kemudian bertobat, niscaya Allah akan memberikan kenikmatan sampai batas waktu yang ditentukan. Janganlah lupa untuk berzikir di waktu siang dan menjelang tidur.

Bersabarlah atas kesulitan dan kesukaran yang menghadang. Tidak seberapa lama, Allah pasti akan memberikan pertolongan. Dan, Dia juga akan menorehkan keimanan ke lubuk hati.

Jagalah selalu kesempurnaan kewajiban, seperti sholat lima waktu. Sesungguhnya sholat lima waktu merupakan tiang agama.

Jadikan kalimat La hawla wa la quwwata illa billah (tiada daya dan kekuatan melainkan atas kuasa Allah) sebagai sahabat sejati. Sesungguhnya dengan kalimat tersebut, segala beban akan terasa ringan, semua ketakutan akan sirna, dan keadaan terbaik senantiasa menanti.

Jangan pernah bosan untuk merapalkan doa dan permohonan. Sesungguhnya setiap permohonan hamba akan dikabulkan oleh-Nya selama tidak buru-buru atau mengatakan,”Aku sudah berdoa dan berdoa, tetapi tidak pernah diistijabah.”

Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah itu akan datang apabila kita bersabar. Sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Tidak seorang pun -baik nabi maupun bukan- akan mendapatkan akhir yang baik kecuali dengan kesabaran.

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Segala puji bagi-Nya yang telah menyempurnakan kenikmatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Semoga sholawat dan salam tercurahkan atas Nabi Muhammad saw., keluarga, sahabat, istri dan setiap orang yang mengikutinya sampai hari kiamat tiba.

dikutip dari buku terjemahan:
Jangan Biarkan Penyakit Hati Bersemi, Ibnu Taymiyyah.

DOA

Published 7 Juli 2010 by kannaz

Allahumma bi’ilmikal ghaibi waqudratika ‘alal khalqi ahyinii maa ‘alimtal hayaata khairallii watawaffanii idzaa ‘alimtal wafaata khairallii. Allahumma as-aluka khasyyataka fil ghaibi wasysyahaadati, wa-as-aluka kalimatal haqqi fil ghadhabi warridhaa, wa-as-alukal qasda fil faqri wal ghina, wa-as-aluka na’iiman laa yanfadu, wa-as-aluka qurrata ‘ainin laa tanqathi’u. Allahumma innii as-alukar ridhaa ba’dal qadhaa-i, wa-as-aluka baradal ‘aisyi ba’dal mauti, wa-as-aluka ladzdzatan nazhari ila wajhika, wa-as-alukasy syawqa ila liqaa-ika, min ghairi dharraa-a mudhirratin walaa fitnatin mudhillatin, Allahumma zayyinnaa biziinatil iimaani waj’alna hudaatan muhtadiina.

Artinya:
Ya Allah, dengan ilmu ghaib-Mu & kekuasaan-Mu atas makhluk, hidupkan aku selama menurut-Mu hidup lebih baik bagiku. Tetapi, cabutlah nyawaku, jika menurut-Mu mati lebih baik untukku. Ya Allah, aku memohon rasa takut kepada-Mu dalam keadaan sembunyi & terang-terangan. Aku memohon kepada-Mu perkataan yang benar dalam keadaan senang & marah. Aku memohon kepada-Mu ksederhanaan saat miskin atau kaya. Aku memohon kepada-Mu nikmat yang tak pernah habis. Aku memohon kepada-Mu penyejuk hati yang tak pernah terputus. Aku memohon kepada-Mu rasa rela terhadap takdir. Aku memohon kepada-Mu ketentraman hidup setelah mati. Aku memohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu bukan dalam kesusahan yang membinasakan & cobaan yang menyesatkan. Ya Allah, hiasilah kami dengan hiasan iman, dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang diberi & memberi petunjuk.

HR. Ahmad dalam Musnad-nya, bab Hadits ‘Ammar. Juga diriwayatkan oleh An-Nasa’i dalam As-Sahw, bab Naw’ Akhar min Ad-Du’a.

Kutipan dari buku: Jangan Biarkan Penyakit Hati Bersemi. Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.